MTCNA Modul 7: Cara Setting Manajemen Bandwidth (Simple Queue & Burst) MikroTik

Dipublikasikan oleh

MTCNA Modul 7: Manajemen Bandwidth (Simple Queue)

Jangan biarkan satu orang yang mendownload file besar membuat seluruh kantor mengalami *lag* parah. Di modul ini, kita akan belajar membagi "kue" internet secara adil menggunakan fitur Simple Queue pada MikroTik.

Konsep Dasar Simple Queue

Sebelum mengatur angka kecepatannya, ada dua parameter paling penting yang wajib dipahami di menu Simple Queue:

Target

Siapa yang ingin dibatasi? Anda bisa menargetkan batasan ini untuk:

  • Satu perangkat (Contoh: IP 192.168.10.50)
  • Satu jaringan penuh (Contoh: Subnet 192.168.10.0/24)
  • Berdasarkan Interface fisik (Contoh: ether2)

Max Limit

Berapa batas maksimal kecepatannya? Terbagi menjadi dua, yaitu Target Upload dan Target Download. Jika klien mencapai batas ini, paket akan diantrekan (Queue) atau dibuang (Drop), sehingga kecepatan tidak akan melebihi angka ini.

1

Melimitasi Satu Perangkat (Per IP)

Skenario: Ada satu PC Staf (IP: 192.168.10.50) yang sering menonton YouTube resolusi tinggi. Kita akan membatasi kecepatannya maksimal 2 Mbps Download dan 1 Mbps Upload.

Metode Winbox (GUI)

  1. Buka menu Queues di menu vertikal sebelah kiri.
  2. Pada tab Simple Queues, klik ikon (+) Add.
  3. Name: Limit_Staf_Bandel (Bebas, buat pengingat saja).
  4. Target: 192.168.10.50 (Masukkan IP PC target).
  5. Max Limit (Target Upload): Pilih atau ketik 1M.
  6. Max Limit (Target Download): Pilih atau ketik 2M. Klik OK.
Metode Terminal (CLI)
/queue simple add name="Limit_Staf_Bandel" target=192.168.10.50 max-limit=1M/2M
2

Melimitasi Seluruh Jaringan (Per Subnet)

Skenario: Anda memasang WiFi Tamu. Anda ingin berapapun jumlah tamunya, total kecepatan internet yang dipakai untuk WiFi Tamu tersebut (192.168.20.0/24) tidak boleh lebih dari 10 Mbps (Shared/Dibagi-bagi).

Metode Winbox (GUI)

  1. Di tab Simple Queues, klik ikon (+) Add lagi.
  2. Name: Limit_WiFi_Tamu.
  3. Target: 192.168.20.0/24 (Menggunakan format Subnet).
  4. Max Limit (Target Upload): 5M.
  5. Max Limit (Target Download): 10M. Klik OK.

⚠️ Urutan Sangat Penting: Aturan Simple Queue dibaca dari atas ke bawah (Top-to-Bottom). Jika Limit PC Staf (Aturan 1) ada di bawah Limit Subnet (Aturan 2), maka PC Staf akan terkena limitasi Subnet terlebih dahulu! Pastikan rule yang paling spesifik (Per IP) diletakkan di urutan teratas (Nomor 0).

/queue simple add name="Limit_WiFi_Tamu" target=192.168.20.0/24 max-limit=5M/10M
3

Trik Kecepatan Kejut (Burst)

Fitur ini membuat pelanggan merasa internetnya cepat. Saat klien baru membuka web, kita berikan kecepatan tinggi (Burst) selama beberapa detik. Namun, jika ia mendownload file besar dalam waktu lama, kecepatannya akan dikembalikan ke limit normal.

Setup Burst di Winbox

  1. Klik 2x pada antrean yang sudah dibuat (misal: Limit_Staf_Bandel).
  2. Masih di tab General, perhatikan bagian kolom Burst di bagian bawah.
  3. Burst Limit: Kecepatan kejut maksimal. Set: 5M.
  4. Burst Threshold: Pemicu burst (biasanya 3/4 dari Max Limit). Set: 1500k.
  5. Burst Time: Waktu rata-rata kalkulasi (bukan durasi *real* burst). Set: 8s. Klik OK.
Metode Terminal (CLI)
/queue simple set [find name="Limit_Staf_Bandel"] \
    burst-limit=5M/5M \
    burst-threshold=1500k/1500k \
    burst-time=8s/8s

Ringkasan Modul 7

Warna Queue: Hijau = Aman, Kuning = Mendekati limit, Merah = Mentok (Drop).
Urutan: MikroTik mengeksekusi antrean dari atas ke bawah. Taruh aturan paling spesifik (IP tunggal) paling atas!
Format Bit: MikroTik menggunakan bit (b), bukan Byte (B). 1 Mbps ditulis 1M.
Fitur Burst: Trik psikologi agar *browsing* terasa cepat di menit awal tanpa menaikkan limit bulanan.

Sudah mahir membagi Bandwidth?

Saatnya bermain koneksi rahasia (VPN)!

Modul 8: Tunneling & VPN

Ruang Diskusi

0 Komentar

Tulis Pesan Publik