MTCNA Modul 5: Static Routing Dasar
Router diciptakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan (Subnet) yang berbeda. Pada modul ini, kita akan belajar bagaimana "mengajari" router mencari jalan terbaik menuju jaringan tujuan menggunakan teknik Routing Statis.
Skenario Topologi Dua Kantor
Mari kita buat studi kasus: Ada dua router, Router Pusat (R1) dan Router Cabang (R2) yang saling terhubung menggunakan kabel LAN.
Router Pusat (R1)
- Jaringan LAN (ether2): 192.168.10.0/24
- IP Gateway LAN: 192.168.10.1
- Link ke R2 (ether3):
10.10.10.1/30
Router Cabang (R2)
- Jaringan LAN (ether2): 192.168.20.0/24
- IP Gateway LAN: 192.168.20.1
- Link ke R1 (ether1):
10.10.10.2/30
Masalahnya: Komputer di Kantor Pusat (192.168.10.x) tidak tahu jalan menuju Kantor Cabang (192.168.20.x). Begitu pula sebaliknya. Solusinya? Kita harus menambahkan peta penunjuk arah secara manual di kedua router!
Memahami Aturan Main
Memahami Aturan Main (Dst. Address & Gateway)
Dalam melakukan routing, ada dua pertanyaan wajib yang harus dijawab oleh router:
- Dst. Address (Tujuan): Mau pergi ke jaringan mana? (Selalu gunakan Network ID, contoh:
192.168.20.0/24). - Gateway (Pintu Masuk): Lewat pintu milik siapa? (Gunakan IP Address milik router tetangga yang berhadapan langsung, bukan IP kita sendiri).
Static Route di Router Pusat
Konfigurasi Static Route di Router Pusat (R1)
Kita akan "mengajari" Router Pusat (R1) jalan menuju Kantor Cabang. Tujuannya adalah jaringan 192.168.20.0/24, dan pintu masuknya harus melewati IP Router Cabang yaitu 10.10.10.2.
Metode Winbox (GUI)
- Buka menu IP ➔ Routes.
- Klik ikon (+) Add.
- Pada kolom Dst. Address, masukkan Network tujuan:
192.168.20.0/24. - Pada kolom Gateway, masukkan IP tetangga:
10.10.10.2. - Klik Apply. Jika sukses, status akan tertulis reachable. Klik OK.
/ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=10.10.10.2
Static Route di Router Cabang
Konfigurasi Static Route di Router Cabang (R2)
Ingat, routing adalah komunikasi dua arah. R1 sudah tahu jalan ke R2, tapi kalau R2 tidak diberi peta jalan pulang ke R1, paket datanya akan tersesat! Sekarang kita buat route kebalikan di Router Cabang (R2).
Metode Winbox (GUI)
- Login ke Winbox Router Cabang (R2).
- Buka menu IP ➔ Routes lalu klik (+) Add.
- Pada Dst. Address, isikan target Pusat:
192.168.10.0/24. - Pada Gateway, isikan IP R1:
10.10.10.1. Klik OK.
/ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=10.10.10.1
Membuat Default Route
Membuat Default Route (0.0.0.0/0)
Apa jadinya jika klien di R2 ingin membuka youtube.com atau mengakses internet? Router tidak mungkin mencatat seluruh miliaran IP Address di internet. Oleh karena itu, kita membuat jalan pintas bernama Default Route. Artinya: "Jika ada tujuan yang tidak diketahui di tabel routing, lemparkan saja paketnya ke pintu internet (R1)."
Metode Winbox pada Router Cabang (R2)
- Tambahkan route baru di IP > Routes.
- Pada Dst. Address, isikan:
0.0.0.0/0(Kode universal untuk 'semua tujuan internet'). - Pada Gateway, lemparkan ke R1:
10.10.10.1. Klik OK.
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.10.1
Ringkasan Modul 5
Sudah bisa menghubungkan dua gedung?