Modul 1 MTCRE: Menguasai Advanced Static Routing di MikroTik
Selamat datang di pelajaran pertama seri MTCRE! Di tingkat MTCNA, kita biasanya hanya memasukkan dst-address=0.0.0.0/0 dan gateway untuk bisa internetan. Tapi bagaimana jika kita punya 2 ISP (Indihome & Biznet)? Bagaimana cara membuat jalur cadangan otomatis? Mari kita bedah fiturnya satu per satu.
1. Parameter Distance (Prioritas Jalur Utama & Failover)
Distance atau Administrative Distance (AD) digunakan untuk menentukan tingkat kepercayaan/prioritas sebuah rute. Semakin kecil nilai Distance-nya, semakin diprioritaskan jalur tersebut. Jika nilai Distance 1 mati, router otomatis mencari rute dengan Distance 2.
Cara Winbox (GUI)
- Buka menu IP > Routes, lalu klik tombol [+] (Add).
- Buat Rute Utama (ISP 1):
Dst. Address:0.0.0.0/0
Gateway:192.168.1.1(IP ISP 1)
Distance:1 - Klik Apply/OK.
- Buat Rute Cadangan (ISP 2):
Dst. Address:0.0.0.0/0
Gateway:192.168.2.1(IP ISP 2)
Distance:2
Cara Terminal (CLI)
# Setting ISP 1 sebagai jalur utama /ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 distance=1 # Setting ISP 2 sebagai cadangan (Failover) /ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 distance=2
2. Check Gateway (Ping & ARP)
Kelemahan Static Route biasa adalah: jika kabel dari ISP putus di tiang (tapi modem lokal masih menyala), router mengira koneksi masih aman karena status ethernet masih Running.
Solusinya? Gunakan Check Gateway = Ping. MikroTik akan mengirim paket Ping setiap 10 detik ke gateway ISP. Jika 2x ping gagal (Time Out), rute tersebut dianggap mati (Unreachable), dan otomatis pindah ke jalur cadangan (Distance 2).
Cara Winbox (GUI)
Buka kembali rule routing ISP 1 Anda di IP > Routes, klik 2x, lalu ubah pengaturan berikut:
- Cari opsi Check Gateway
- Klik dropdown dan pilih ping
- Klik Apply. Lakukan hal yang sama untuk rute ISP 2.
Cara Terminal (CLI)
# Menambahkan opsi check-gateway pada rute baru
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 distance=1 check-gateway=ping
3. ECMP (Equal Cost Multi-Path)
Bagaimana jika 2 ISP kita kecepatannya sama-sama 50 Mbps dan kita ingin menggabungkannya agar trafik terbagi rata (Load Balancing)? Gunakan teknik ECMP. Caranya sangat mudah, cukup masukkan lebih dari satu Gateway di dalam satu rule routing. Trafik akan dibagi secara Round-Robin per Connection.
Winbox (GUI)
Di IP > Routes > Add [+].
Pada kolom Gateway, masukkan IP ISP 1 192.168.1.1.
Klik tombol tanda panah bawah (Drop-down) di sebelah kanan kolom Gateway untuk memunculkan kolom baru. Masukkan IP ISP 2 192.168.2.1.
Terminal (CLI)
# Pisahkan gateway dengan tanda koma
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1,192.168.2.1 check-gateway=ping
4. Policy Base Routing (Routing Mark)
Teknik Routing Mark digunakan untuk membelokkan trafik spesifik. Misalnya: Jaringan Bos (IP 10.10.10.0/24) harus selalu lewat jalur ISP 1 yang kencang, sedangkan karyawan lain lewat ISP 2.
Untuk melakukan ini, kita butuh bantuan Firewall Mangle untuk "menandai" trafik Bos, lalu memasukkan tanda tersebut ke dalam Routes.
Langkah 1: Menandai Trafik dengan Mangle
Via Winbox:
- Buka IP > Firewall > Mangle, klik [+]
- Tab General > Chain:
prerouting| Src. Address:10.10.10.0/24 - Tab Action > Action:
mark routing| New Routing Mark:jalur_bos - Hilangkan centang Passthrough, lalu Apply/OK.
Via Terminal:
/ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/24 action=mark-routing new-routing-mark=jalur_bos passthrough=no
Langkah 2: Membelokkan Trafik di Routing Table
Via Winbox:
- Buka IP > Routes, klik [+]
- Dst. Address:
0.0.0.0/0 - Gateway:
192.168.1.1(Arahkan ke ISP 1) - Routing Mark: Pilih
jalur_bos(yang baru saja dibuat)
Via Terminal:
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-mark=jalur_bos
Jaringan Kantor Sering Down & Rebutan Bandwidth?
Teori di atas adalah fondasi awal. Jika Anda tidak ingin pusing melakukan konfigurasi Load Balancing, Failover, dan PBR yang rumit, serahkan saja pada kami. Nanda Teknik siap merancang infrastruktur jaringan Anda agar anti-lelet dan stabil 24 Jam!